Sejarah panjang Volkswagen, yang arti harfiahnya adalah "Mobil Rakyat", diawali tahun 1933. Saat itu, Pemimpin Jerman Adolf Hitler memanggil Ferdinand Porsche, seorang desainer mobil asal Stuttgart, untuk membahas rancangan Hitler tentang sebuah mobil rakyat (tepatnya sebuah mobil yang harganya terjangkau oleh rakyat).
Hitler berpendapat, sebuah mobil rakyat harus dapat mengangkut lima orang (dua dewasa di depan dan tiga anak di belakang), kecepatannya mencapai 62 mil (99,2 kilometer) per jam, mengkonsumsi bahan bakar 33 mil per gallon (14 kilometer per liter), dan harganya 1.000 mark Jerman (86 poundsterling).
Porsche tidak membuang-buang waktu. Ia mencoba berbagai jenis mesin, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan. Untunglah pada tahun 1935, seorang insinyur asal Austria yang belum satu tahun bekerja di perusahaan milik Porsche muncul dengan gagasan mesin boxer 4 silinder (4 silinder horizontal atau flat four), 4 langkah (tak), dan berpendingin udara. Ia kemudian diajak ikut serta dalam proyek mobil rakyat tersebut dan dalam waktu dua hari pilihan dijatuhkan pada mesin itu.
Mesin yang lebih murah dan lebih dapat diandalkan daripada mesin 4 silinder yang menggunakan sistem dua tak (bensin campur), yang sebelumnya diuji coba, kemudian ditempatkan pada bagian belakang mobil, yang saat itu diberi nama KdF-Wagen (Kraft durch Freude, Kekuatan melalui Mobil yang Menyenangkan). Dan, kota di mana pabrik KdF-Wagen berada dinamakan KdF-Stadt (Kraft durch Freude Stadt, Kekuatan melalui Kota yang Menyenangkan).
Pada tahun 1937, dibuatlah 30 prototipe KdF-Wagen yang diberi nama Serie 30. Dan, pada bulan Agustus 1938, KdF-Wagen dipasarkan dengan harga 85 poundsterling.
Tahun 1939, pecah Perang Dunia II. Produksi KdF-Wagen yang baru mencapai 630 unit untuk sementara waktu dihentikan. Pabrik KdF-Wagen mulai membuat kendaraan perang, seperti Kubelwagen (jip) dan Schwimmwagen (jip amfibi). Pada tahun 1942, pabrik KdF-Wagen membuat Kommandeurwagen, yang bentuknya mirip KdF-Wagen, tetapi menggunakan penggerak empat roda (4 x 4).
Pada tahun 1945, Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan Jerman dari Sekutu, yakni Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia. Jerman dibagi ke dalam empat wilayah, yakni wilayah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia.
KdF-Stadt berada di bawah penguasaan Angkatan Darat (AD) Inggris. Inggris kemudian mengganti nama KdF-Stadt menjadi Wolfsburg dan menghidupkan kembali produksi KdF-Wagen, yang diberi nama Volkswagen Beetle.
Bulan Desember 1945, AD Inggris memesan 10.000 unit VW Beetle untuk keperluan mereka dan juga untuk membuat pabrik hidup kembali. Dan, tahun 1946, sebanyak 7.677 unit VW Beetle dijual ke pasar. Jumlah itu meningkat menjadi 8.987 unit pada tahun 1947 dan 19.244 unit pada tahun 1948. Sejak tahun 1966, VW Beetle juga diproduksi di Meksiko.
Tidak ada mobil sepopuler VW Beetle. VW Beetle tercatat sebagai mobil yang paling banyak dijual di dunia, dengan sosok yang nyaris tidak berubah selama 57 tahun. Berbagai nama diberikan kepada VW Beetle.
Bila di Indonesia VW Beetle diberi nama sebagai VW Kodok, maka inilah nama-nama lain VW Kodok yang diberikan untuknya di berbagai negara di seluruh dunia :
- Käfer German, Austria dan Swiss
- Pichirilo Ecuador
- Pulga Colombia
- Coccinelle atau Kever Belgia
- Vocho, Vochito Mexico, Colombia, dan Costa Rica
- Fusca Brazil dan Paraguay
- Escarabajo Argentina, Chile, Colombia, Paraguay, Peru, Spain, Uruguay, El Salvador dan Venezuela
- Peta Bolivia
- Folcika Bosnia - Herzegovina
- Sedan, Fusca Brazil
- Косτенурка (Kostenurka), Бръмбар (Brambar) Bulgaria
- Bug, Beetle, Choupette, Coccinelle Canada
- Escarabat Catalan
- Poncho Chile
- Jiǎ Ké Chóng (甲壳虫) China
- Buba Croatia
- Brouk Czech Republic
- Chrobák Slovak Republic
- Boblen, Bobbelfolkevogn Denmark
- Cepillo Dominica Republic
- خنفسة - Khon-fesa (Kumbang dalam bahasa Arab) Mesir
- Põrnikas Estonia
- Kuplavolkkari Finland
- Coccinelle Perancis, Quebec dan Haiti
- Буба Republic of Macedonia
- Jin-guei che (金龜車) Taiwan
- Σκαθάρι (Scathari ), Σκαραβαίος (Scaraveos) Yunani
- Cucaracha atau Cucarachita Guatemala dan El Salvador.
- Bogár Hungaria.
- Bjalla Islandia
- Folex(قورباغه ای) Iran
- Agroga عكروكة Irak
- חיפושית ("Hipushit," beetle) atau Bimba Israel
- Maggiolino Italy
- Kabuto-mushi (カブトムシ) Jepang
- Kifuu Kenya
- Vabole Latvia
- Vabalas Lithuania
- Kura atau Kodok Malaysia
- Sedán, Pulguita, Vocho or Vochito Mexico
- Scoro-Scoro Namibia
- Bhyagute Car Nepal
- Kever Belanda
- Catch Fire Nigeria
- Boble Norwegia
- Foxi atau Foxy Pakistan
- Pendong Philippina
- Garbus Polandia
- Carocha Portugal
- Volky Puerto Rico
- Broasca / Broscuţă atau Buburuza Romania
- Фольксваген-жук(Folksvagen-Zhuk) Russia
- Буба atau Buba Serbia
- Volla, Kewer South Africa
- Chrobák Slovakia
- Hrošč Slovenia
- Volks / Beetle/ ibba Sri Lanka
- Mgongo wa Chura atau Mwendo wa Kobe Swahili
- Bagge, bubbla (bubble) atau folka Swedia dan Finlandia
- Kobe Tanzania
- รถเต่า - Pronounced Rod Tao (mobil kura-kura) / โฟล์คเต่า (Volk Tao) Thailand
- Kaplumbağa atau tosbağa atau "vosvos" Turki.
- con bo Vietnam
- Bhamba datya Zimbabwe
- Poncho, Popoy, Pulga, Punchbug, Tortuga Panama
- Escarabajo, Bocho atau Rana Perú
- Foxi Pakistan
- Kupla Finlandia
- Цох Mongolia
- Escarabajo atau Cucaracha Colombia
Beberapa kali VW Kodok memecahkan rekor dunia. Tanggal 17 Februari 1972, VW Kodok yang ke-15.007.034 meninggalkan pabrik VW di Wolfsburg dan itu sekaligus memecahkan rekor yang dicapai Ford Model T yang dianggap sebagai mobil yang terpopuler di dunia. Namun, Ford Motors Co mengatakan, ada kekeliruan dalam menghitung, angka produksi Ford Model T bukan 15 juta, melainkan 16,5 juta unit. Akan tetapi, rekor itu pun terlampaui oleh VW Kodok. Tahun 1973, produksi VW Kodok melewati angka 16,5 juta unit.
Pada tahun 1978, pabrik VW di Wolfsburg secara resmi menghentikan produksi VW Kodok. Sejak saat itu, VW Kodok hanya diproduksi di Meksiko. Meskipun demikian, pada tahun 1992, VW Kodok kembali memecahkan rekor dunia dengan memproduksi lebih dari 21,5 juta unit.
Jumlah produksi sebesar itu kemudian dilampaui oleh VW Golf dan Toyota Corrola. Akan tetapi, VW merupakan mobil yang paling banyak dijual di dunia dengan sosok yang nyaris tidak berubah sampai saat ini. Dengan demikian, walaupun tanpa menempelkan tulisan VW di bodinya, seorang anak kecil pun secara cepat akan mengenalnya sebagai VW.
Yang menarik, walaupun di negara asalnya sudah tidak diproduksi lagi sejak 22 tahun lalu, tetapi VW Kodok masih lalu lalang di ruas-ruas jalan di berbagai kota di dunia.
PADA tahun 1990-an, lebih dari 10 tahun setelah pabrik VW di Wolfsburg secara resmi menghentikan produksi Beetle, timbul keinginan untuk menghidupkan kembali VW Beetle dalam versi yang lebih modern. Untuk itu, desainer Audi, Jay Mays (kini bekerja pada Ford Motor Co), bekerja sama dengan Ferdinand Piech, cucu Ferdinand Porsche, mendesain retro VW Beetle yang dinamakan Concept 1 (One).
Prototipe Concept 1 diperkenalkan di Detroit Auto Show bulan Januari 1994. Kemiripannya dengan pendahulunya, yakni model dua pintu, bodi cembung-cembung (rounded), dan lampu depan yang bulat, sangat menarik perhatian. Sentuhan futuristic terlihat di sana-sini, termasuk menyatunya moncong mobil (bonnet) dengan bemper. Tahun 1996, nama Concept 1 diganti dengan New Beetle, dan tahun 1998 mulai diproduksi secara massal.
Uniknya, New Beetle hadir bersama dengan pendahulunya, Beetle (VW Kodok), yang masih tetap diproduksi di Puebla, Meksiko, sampai akhir produksi Beetle pada tanggal 30 Juli 2003.
(Oleh: Deni Gustiawan. Dari berbagai sumber.)
|